NASKHAH YANG BERDEBU

Naskhah itu makin lama makin longgar dari genggaman dua tangan. Makin hilang, bahkan hampir terbuang. Sudah lama tidak dikucup kulitnya, sudah lama tidak ditutur dan diamati isinya.

Dahulu, masih ingatkah kita pada zaman persekolah, di kala kita semua masih berkejar-kejaran bersama teman dan kawan-kawan berlumba mengkhatamkannya?

Masih ingatkah hadiah-hadiah yang akan diberikan kepada pelajar yang cepat menghabiskan bacaan kitab itu sebelum selesainya Ramadan?

Iya, lembaran demi lembaran diselak, berkumat kamit mulut membaca. Waktu rehat sarapan diganti dan dihiasi bacaan kalam suci. Dhuha tidak terhenti pada musolla sekolah. Ya aku rindui suasana itu. Aku merindui aku yang dulu.

Pejam celik pejam celik. Sudah tiba Ramadan yang ke-20 dalam jurnal hidup. Aku tak sangka Allah begitu mencintai aku hingga memberi peluang ke dua puluh ini setelah terlalu banyak khilaf diri. Terima kasih ya Tuhan.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil).”

[Al-Baqarah : 185]

“Wahai anak-anak,” kata Murabbi. “Di antara amal ibadah yang dituntut untuk diamalkan dalam bulan yang mulia ini ialah membaca Al-Quran. Kalau dahulu kita boleh kenyang dengan makan dan minum, haaaa, kali ni bagilah kenyang dengan kalam Tuhan.”

“Ustaz, bagaimana nak kenyang dengan membaca Al-Quran?” tanya seorang pelajar, hairan.

“Kalau kamu makan makanan, kamu tak akan berhenti kan selagi tak kenyang, betul tak? Biasanya.”

“Tapi kan kita kena berhenti sebelum kenyang,” balas seorang pelajar lain, diikuti dengan tawa teman-temannya.

“Ya benar. Tapi fitrah manusia, bagi ustaz, kita akan mendefinisikan kenyang itu sebagai satu kepuasan. Dan kita tak akan berhenti makan selagi tak puas. Cuba tanya diri, setakat ni pernah tak berpuas hati dalam membaca Al-Quran?”

Puas hati? Atau rasa Zukkk sesetengah orang kata.

“Haaa, kalau masih tak rasa, kalian kena lihat balik pada hati kalian. Check balik sebab apa tak rasa seronok membaca Al-Quran.”

Aku mengangkat tangan. “Ustaz, izinkan saya berkongsi?”

“Silakan syeikh,” balas ustaz, tersenyum.

“Setahu saya, orang-orang soleh itu akan bergementar ketika ayat-ayat suci Al-Quran dibaca. Itukah ustaz antara definisi ‘menikmati’ itu ustaz?”

Lalu balas sang Murabbi,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka karenanya dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal.”

[Al-Anfal : 2]

Apakah gementar? Rasa takut? Bukan sekadar takut tapi benar-benar dirasai dalam hati. Sebab ayat-ayat itu sudah terlalu sinonim dalam diri. Ibarat hati ke hati. Mampu beremosi. Mampu memahami antara dua jiwa..

Sebab tu ada orang yang akan menangis kala dibaca ayat-ayat quran. Ada yang insaf. Ada yang rasa tenang. Kerana mereka benar-benar menghayati ayat-ayat itu walaupun mereka tidak memahami isinya.

Mereka takut namun iman mereka  meningkat.

Mereka menangis tetapi iman mereka bahagia.

Mereka gementar tetapi iman mereka makin kukuh.

Allahuakbar. Andai hebatnya jika kita dapat menjadikan Al-Quran itu sahabat kita! Sumber inspirasi, sumber kekuatan.

Jika sebelum ini hubungan kita dengan Al-Quran agak lemah, maka carilah ruang, ambillah peluang ini untuk kembali bersamanya. Bukan sahaja pada bulan yang mulia ini bahkan selepas ini juga.

Saidina Umar Radhiallahuanhu pernah berkata, “Jika hati kita benar-benar bersih, kita pasti tidak pernah puas dengan kalam Allah.”

Subhanallah. Hati kita bagaimana?

Ayuh. Capailah kitab yang sudah berhabuk itu. Bacalah. Amatilah. Cintailah.

Bersahabatlah

Perbaiki hubungan kita dengan Al-Quran.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s